Komunitas Integritas VS Komunitas Kuatir

chen-katamso

Komunitas orang berintegritas disimak dari kisah dari 4 tokoh Alkitab: Salah satunya adalah penyerahan diri 100% kepada Tuhan Allah. Yaitu orang yang taat dan patuh kepada Tuhan.

Contoh tokohnya adalah Abraham yang tunduk dan menurut pada perintahTuhan Allah untuk berpindah tempat tinggal; dari semula yang kaya raya pindah ke suatu lokasi yang baru yang beliau sama sekali tidak tahu; hanya bersandar pada Allah yang beliau percaya. Kisah selanjutnya, pada usia tua beliau dikaruniakan anak laki-laki yang satu-satunya; saat Tuhan menguji ketaatannya; beliau rela dan sanggup menyerahkan anaknya Ishak untuk dipersembahkan diatas mesbah.

Tokoh Nuh juga patuh dan taat kepada Allah; ketika Allah memanggilnya untuk membuat perahu besar diatas gunung agar keluarga Nuh selamat, karena Allah akan membasmi bumi yang fana ini berhubung manusia-manusaia jahat, melawan Allah; Nuh tidak ragu-ragu mengumpulkan anak-anak sekeluarganya melaksanakan hal tersebut; Dan pada saat pengerjaan proyek itu sangat melelahkan; kesal dan menghabiskan uang yang tidak sedikit; masih pula di tertawai orang-orang, ejekan yang dating terus-menerus, olokan, cemooh yang tidak terkira; seseorang bisa frustrasi bukan? Tahukah anda betapa malunya mereka jika tidak terjadi air bah? Namun Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. Dengan akhir kata, terjadilah air bah selama 40 hari lamanya.

Ayub, orang yang saleh, taat dan mengasihi Tuhan (Ayub 1: 1-5), menjauhi jahat (1: 13-22), Beliau diuji kesalehan, taat dan mengasihi Tuhan; dalam seketika ia kehilangan semua anak, harta benda, istri. Ia mengalami musibah beruntun namun itu bukan merupakan buah dari dosa, kejahatan atau kesalahan yang ia lakukan sendiri, karena jika memang begitu masih wajar. Kadangkala penderitaan menjadi realita yang tidak dapat dihindari, dan kita seringkali salah merespon dalam penderitaan. Sehingga kebanyakan orang biasanya kecewa bisa menyangkal Tuhan. Namun ayub masih tetap betekad memuji Tuhan, saat berduka masih memberikan puji kepada Tuhan, dia pernah berkata “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, Terpujilah nama Tuhan.” (Ayub 1 : 20-21), Bisakah kita masih tetap menyembah Tuhan dalam penderitaan? Bisa saja apabila kita memiliki konsep yang benar, yakni:

  • Penyembahan bukanlah terbatas karena berkat Tuhan.
  • Penyembahan bukanlah karena pujian dan ucapan syukur.
  • Penyembahan dalam penderitaan dapat terjadi jika kita percaya pada kedaulatan Tuhan. Roma 8 : 28
  • Penyembahan dan penderitaan dapat terjadi jika kita percaya pada kebaikan Allah.

Kehidupan Ruth, seorang wanita yang juga mendemonstrasikan contoh yang indah dari prinsip ini, sebenarnya setelah suaminya meninggal. Dia bisa memilih suami baru; mencari penghidupan yang menjanjikan. Namun dia tidak demikian, malah berjanji setia dengan ibu mertuanya yang bernama Naomi. Kesetiaannya membuatnya bernilai kasih Boas (lihat Rut 2:10-12). Tuhan menyukai kesetiaan Ruth dengan menjadikannya sebagai nenek Raja Daud sangat luar biasa. Juga sebagai nenek moyang Kristus (lihat Matius 1), ini,merupakan seorang wanita yang berintegritas yang dikasihi Tuhan.

Hari ini Negara dan gereja sangat membutuhkan orang-orang demikian yang mau menyerahkan seluruh jiwa raga, lengkap dengan unsur pribadinya. Mengabdi pada gereja dan negaranya. Ini akan menyangkut dengan kata “Integritas”. Yakni seseorang yang character, sifat dan kualitas pribadinya tidak bisa neko-neko, orang yang jujur; disuruh belok-belok atau bengkok tetap dia tidak bisa dan tidak mau! Orang yang hatinya murni pasti berasal dari Tuhan, jika demikian; maka anak-anaklah yang terutama masuk dalam kategori tersebut. Tidak salah lagi, dalam kitab Matius 19:14 tercatat Tuhan Yesus berkata “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga”. Jadi jelas bahwa Tuhan Yesus menyukai hati seorang anak yang tulus dan taat.

Sebenarnya manusia punya suatu hati kebersamaan, yang mana, peribahasa mengatakan : “ susah sama dipikul dan senang sama dijinjing “, perasaan peribahasa ini dalam kurun waktu lama sudah mati rasa. Berhubung yang muncul di mata kita adalah kepentingan; berhubung moral dan kondisi tertentu sehingga dengan sendirinya kehilangan sifat manusiawi tersebut. Kita lupa pada hal dunia ini adalah “connectional”; kita terintimidasi di dalamnya. Jika seseorang mengalami penderitaan; mungkin saja kita terjebak turut sebagai penyebabnya, percaya atau tidak percaya? Depend on you.

Dunia sekarang ini membutuhkan mutu, sifat yang adil dan bersih. Apabila warga dunia dipenuhi oleh Roh Allah, tidak lagi ada kekerasan, penganiayaan, penindasan, penderitaan, penipuan, dll. Dunia ini bisa kembali menjadi yang semula; dunia yang ramah tamah, Dunia yang berkehangatan dan bahagia. Semangat, kerja keras dan integritas seorang pemimpin sangat dibutuhkan, berhubung sangat mempengaruhi seluruh jajaran bawahannya dan masyarakat luas, ini merupakan teladan yang patut ditularkan ke seluruh aspek komisi-komisi, unsur aspek lapisan masyarakat, berhubung hal-hal terpuji, dapat memotivasi orang sekitarnya melakukan apa yang baik perlu diteruskan; turun-temurun ke anak cucu, generasi akan datang.

Orang yang mempunyai integritas sangat mulia, merupakan suatu anugrah atau hadiah terbaik dari Tuhan yang tidak dimiliki orang lain; tentu tidak dapat dirampas oleh orang lain. Patutlah bersyukur! Namun orang-orang yang dikatakan berintegritas perlu extra hati-hati. Jangan menjadi sombong! Jangan sampai hal ini mendatangkan dosa dan menjadikan dosa! Karena orang disekeliling anda, fans-fans anda selalu mengagungkan anda sebagai figure dalam hati mereka. Selalu memperhatikan gerak-gerik anda sebagai panutan mereka; sehingga perlu cermat dan smart menyingkapi hal yang penting ini.

Komunitas orang berkuatiran. Orang yang kuatir itu adalah orang-orang merasa bimbang, tidak nyaman, tidak ada kemampuan untuk bersaing, tidak berani maju, tidak menguasai kondisi yang lebih parah lagi tidak menangkap informasi dan tidak melihat sesuatu yang berharga di depan mata sedang menunggu untuk mengambilnya.

Rejeki membagikan kepada orang yang mempunyai konsep, sikap menghadapi tantangan dan berkreatif. Maksudnya menghadapi krisis juga bisa, memiliki positif thinking, cepat menangkap signyal informasi, analisa kondisi krisis menjadi minimalis, resiko semakin kecil mungkin. Katanya ibu tiri kejam, jangan lupa bahwa ibu kota lebih kejam, apalagi pasar, karena pasar adalah suatu tempat yang sangat kejam pula, disana tidak mengenal kamu siapa ? jika anda tidak mengerjakan sesuatu dalam sekejap waktu sudah habis waktunya, ramai, bubar! Barang siapa yang rajin akan mengantongi hasil cepat dan jerih payah saat itu juga.

Saat ini orang yang semacam ini berkeliaran dimana-mana, dan semakin bertambah secara signifikan. Di Jakarta, menurut statistic, orang stress atau orang-orang yang selalu kuatir berat kini bertambah 20% dari tahun 2000. Kuatir dapat diartikan causing apprehension, alarm or worry. Orang kuatir susah melewati sehari demi sehari karena tidak ada pengharapan dan tidak tahu mau kerja apa? Arahnya mau kemana? Banyak orang yang menganggap kekuatiran itu hal wajar, sekarang melainkan sudah pada tingkat kuatir level yang sangat high. Seingat saya, orang dulu hanya capek di jasmani, namun belakangan ini saat saya mengunjungi rumah sakit, ternyata menemukan sangat banyak pemuda-pemuda yang dijangkiti penyakit yang bernama “stress” karena mereka mengalami kuatir di segala hal; kuatir kalau hujan tidak turun dan kemarau panjang; ada yang kuatir ujian; kehilangan teman; kehilangan sekolah; kehilangan kekasihnya; kuatir kalau-kalau lamarannya ditolak; kuatir usahanya bangkrut; kehilangan pekerjaan dan sebagainya. Mereka ini memiliki ketakutan di beberapa aspek tertentu; sehingga susah keluar dari belenggu tersebut; sudah pasti tidak gampang berubah menjadi lebih baik dalam waktu semalam toh? Rasanya sangat sulit memisahkan hidup ini dari rasa kuatir. Kekuatiran membuat kita menjadi lumpuh dan jatuh. Padahal dalam ajaran Yesus mengatakan : “Jangan kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum dan jangan kuatir pula akan tubuhmu akan apa yang hendak kamu pakai (Matius 6 : 25a)”

Ada satu bahasan yang mengajarkan; jika anda menemukan suatu masalah dalam saat mendesak atau mendadak yang sangat rumit, yang perlu segera diselesaikan; ada gerakan yang boleh meringankan kamu dengan cara: olahraga pernafasan beberapa kali, agar anda dapat stabil, tenang dalam pikiran anda lebih bijaksana sehingga akhirnya urusan dapat diselesaikan dengan lancar. Kita manusia memang mahluk terbatas, kemampuan kita memang ada limitnya! Namun kita sendiri tahu bahwa manusia itu gengsinya luar biasa. Selalu tidak ingin datang memohon kepada Tuhan malah mengandalkan diri sendiri. Dulu saya juga bebal seperti itu, saya menganggap saya sanggup melakukannya sendiri sehingga sudah banyak waktu yang telah lenyap dan terbuang begitu saja dan tentu saja waktu tidak dapat kembali lagi.

Sekarang saya datang bersujud kepada Tuhan maha setia, saya memohon kepada-Nya . saya tahu betul segala seusatu berasal daripada-Nya. Tuhan yang buka jalan! Tuhan menuntun dan selalu tepat pada waktunya. Selangkah demi selangkah yang saya lalui, saya semakin yakin apa yang Tuhan lakukan pada saya. Tuhan sungguh ajaib! Di dalam Yesus, tidak ada yang mustahil! Baik itu dalam perkara kecil maupun perkara besar. Sebagai pengikut Yesus Kristus percaya akan segala hal apapun, belajar memperlengkapi perintah Tuhan setiap saat dan berkomunikasi dengan-Nya. Dan juga berkomunikasi dengan teman seiman sekitar dalam lingkaran persaudaraan, kita perlu menghilangkan segala sesuatu yang dapat menghambat antara sesama, jika kita mampu melepas segala sesuatu tersebut. Akan menjadi bebas dan segar; tidak lagi rasa kuatir dan takut.

Dalam nats Alkitab, 1 Korintus 12: 20-25 mengajarkan kita untuk saling menghormati dan saling mengasihi sesama, karena kita saling membutuhkan satu sama lain, itulah fungsi komunitas di dalam satu tubuh gereja. mohon Tuhan menyatakan kerja-kerja dan karya-Nya di dalam kondisi apapun yang terjadi dan yang anda alami.

Setiap hari kita berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki beragam kebutuhannya, hanya anak-anak Tuhan, yang bisa mengucapkan syukur dalam segala sesuatu sebagai ungkapan sukacita. Ucapan syukur kita menjadi ungkapan iman bahwa didalam segala keadaan, Allah senantiasa bekerja, berkarya dan memberikan yang terbaik. Ini merupakan keyakinan yang diajarkan dalam Alkitab dan doa Bapa kami.

Leave a Response