





Pada Senin, 17 Agustus 2026, Sekolah Methodist 1 Palembang melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara dipimpin oleh Yesaya Mikhael Xavier sebagai Pemimpin Upacara dengan Ibu Lestari Lumban Tobing. sebagai Pembina Upacara. Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Pemimpin dan Pembina Upacara, dilanjutkan penghormatan umum, laporan Pemimpin Upacara, pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembacaan naskah Proklamasi, serta amanat Pembina Upacara.
Pengibaran bendera dilaksanakan oleh pasukan yang terdiri atas Danton Edwin Ade Risael Sinaga, Pasukan 17 yang beranggotakan Syauqhi Zaffiro, Hans Imanuel Tambun, Verdyco, Gabriel Pravira Sinbariba, Delima Hasibuan, Charissa Lovenia Hutagalung, Alvino Sebastian Panjaitan, Ramona Arta Mikha Situmorang, Carlos Sihol Sinaga, Melinda Pitri Maretha, Zaklya Rahmadani, dan Janet Priskilia; Pasukan 8, Christyansen Tambunan; Pembawa Baki, Exelcis Deo Shany Hadasha Galingging; Pengerek Bendera, Zedekia Valentino Sihte; Pembawa Bendera, Sirsilia Cahyani Bonte; serta Pembentang Bendera, Eriell Kantate Simarmata. Kelancaran pelaksanaan upacara turut didukung oleh para Pengawal Bendera, yaitu Jonly Posma Raphael Simatupang, Binsar Togar Immanuel Panjaitan, Keisha Rebekha Lumban Tungkap, Michelle Siregaruli Sih Sipanjuntak, Nafisa Aliyah Putri, Cathrinine Meyvangelista Pandiangan, dan Rafael Timothy Pardomuan Sinaga. Selain itu, Rabelya Natasha Pasaribu bertugas sebagai Pembawa Baki 2, sedangkan Novel Putra Sipahutar bertugas membacakan teks Pancasila.
Pada bagian akhir, seluruh peserta upacara bersama-sama menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, yaitu “Hari Merdeka”, “Syukur”, dan “Indonesia Pusaka”, yang dilanjutkan dengan medley lagu daerah Nusantara oleh Kelompok Paduan Suara SMA Methodist 1 Palembang. Dengan mengusung semangat keberagaman dan persatuan melalui lagu-lagu daerah dari berbagai penjuru Nusantara, seluruh rangkaian kegiatan menjadi wujud penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus penguatan rasa cinta tanah air. Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa, yang dipimpin oleh Ibu Lasroha Harianja, S. Th., pengumuman, laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara, penghormatan umum, meninggalkan lapangan oleh Pembina Upacara, serta pembubaran peserta upacara.